Pages

Subscribe:

Labels

Minggu, 27 November 2011

Diary Pelajar Apes

hah,, hari ini terima hasil. yah, seperti yang ditakutkan, agama kena remidi.
m, bukan nya apa-apa sih.. tapi merasa nggak adil aja. kerja keras ku belajar agama,
dan meras otak kurang lebih sejam lima belas menit, dan nahan diri untuk nggak tanya-tanya, dihargai 72.
yang artinya aku mesti ikut remidi.
dan "usaha" nyontek, salin sana, salin sini, tanya sana, tanya sini, dihargai 80 an. yang artinya bebas dari remidi.
huh,, apa-apaan! andai para guru punya kamera pengawas yang dipasang di jidad setiap siswa. buat ngawasin apa
mereka bener ngerjain, atau hasil "ramban" dari tetangga. apa mereka bisa ngasih nilai berdasarkan kejujuran?
bukan hanya banyak bener atau banyak salahnya aja.
ohh,, kalau dipikir-pikir, aku jadi males. toh, nggak ada pengaruhnya. tetep aku harus ikut remidi. dan lagi apa, aku masuk sekolah
NOT LOOKING FOR MONEY! yah, score juga sama dengan uang kan? buat aku, nilai hasil "usaha" begituan nggak perlu, cuy.
kasian papa mama ku, udah susah-susah nyekolahin. kalau kelakuan ku di sekolah cuma untuk hal pengecut seperti itu,
mending mati aja deh.

beginilah. Indonesia. Jawa. Mojokerto. Sman 3. harus dari mana coba? semuanya berantakan! kurasa kalau Indonesia, kita, mau maju,
tinggalin dulu deh, eh, mungkin lupain. lupain dulu deh, budaya nyontek itu! nggak adil buat semuanya!
apa kalau aku mau sukses, aku harus ikutan nyontek juga?.
kapan ya, kejujuran itu dihargai lebih dari kecurangan? apa dunia ini bener-bener akan kiamat?

Hidup?

tapi arti kehidupan bukanlah hanya dalam satu aspek. renungkanlah pertanyaan ini, "Apa alasan Allah menciptakan ku, mengirim ku ke bumi, memberi ku ; otak, hati, dan akal sehat, sehingga sampai saat ini, terpikirkan oleh ku 'untuk apa aku hidup?' tujuan ku harus lah jelas. agar waktu yang telah diberikan pada ku tidak lah terbuang percuma. oleh sesuatu yang telah menjadi kebiasaan setempat, yang sebenarnya adalah sia-sia tanpa disadari. tapi karena aku punya Otak dan Akal sehat, aku masih dapat berfikir, itu perlu atau tidak. jadi, bisakah aku melawan kebiasaan yang sia-sia itu? aku sudah banyak terjebak oleh ITU tanpa sadar, dan begitu tersadar, aku ingin lepas. Aku ingin memulai yang baru. tapi di tempat ku sekarang, apa aku bisa? aku ingin pergi saja yang jauh. tanpa bertemu dengan sistem yang membuat ku terjebak dalam kesia-siaan itu. aku ingin menciptakan sendiri dunia ku. di mana aku bebas melakukan sesuatu yang menurutku berguna dan tidak sia-sia. tanpa sistem yang terlalu basa-basi. yang penuh dengan kebohongan. aku tau tidak semuanya salah, tapi aku merasa sudah terlalu banyak yang salah. apa aku masih bisa untuk hidup di sutau zaman yang seharusnya begitu, tapi aku ingin begini? dapat kah zaman ini menerima suatu perbedaan?
Saat Anda baru dilahirkan,
Anda masih teralu cepat untuk mengerti arti hidup
Saat Anda baru bisa membaca,
Anda masih terlalu bodoh untuk memikirkan tujuan hidup
Ketika Anda telah mengenal cinta,
Anda sibuk memikirkan kekasih Anda
Ketika Anda telah mengenal gengsi,
Anda sibuk mengejar ketenaran
Dan ketika Anda telah mengenal uang,
Anda akan lakukan apa pun untuk mendapatkannya sebanyak mungkin
Saat Anda menemukan kenikmatan,
Anda tidak akan peduli itu berguna atau tidak
Tapi saat Anda telah lelah dengan semua itu,
Anda akan sadar,
Anda belum mendapat apa pun dalam hidup Anda
Waktu Anda telah habis untuk kesia-siaan
Sekarang sudah terlambat,
Anda terlalu tua untuk menetapkan tujuan hidup Anda

Punya Masalah dengan p**t*t

Ada pernyataan yang bikin saya shock waktu pertama kali dengernya. Kenapa saya shock? karena pernyataan itu benar, sederhana, tapi tak pernah terpikirkan oleh saya. Sebenarnya ini saya temukan di salah satu buku yang pernah saya pinjam di perpus sekolah saya. Kurang lebihnya seperti ini readers,
Anda belajar berbicara dengan berbicara.
Anda belajar berjalan dengan berjalan.
Anda belajar bermain golf dengan bermain golf.
Anda belajar paling baik dengan mempraktikkannya!
Jadi, praktikkan saja!

Kalau saya boleh berbicara mengenai hal ini, saya ingin sekali menyampaikan bahwa saya punya masalah dengan pantat saya (maaf kurang sopan). Tapi saya terlalu capek kalau setiap harinya, datang ke sekolah dari jam 06.30 pagi hingga 15.00 dan hanya untuk duduk di bangku.
Dan apa kaitannya dengan hal di atas? Saya kira ini semua mengenai 'sistem'. Karena saya adalah masih seorang pelajar, saya bisa merasakan 'sistem' yang ada di sekolah saya. Saya merasakan bosan, dan monoton. Setiap harinya hanya duduk di sebuah kursi yang sama. Kesempatan untuk mendinginkan pantat saya yang panas setelah duduk berjam-jam hanyalah pada saat istirahat, ke toilet, jam olahraga, atau pada saat maju ke depan kelas. Kalau boleh jujur, selama saya sekolah, yang paling banyak saya makan adalah teori. Sedikit sekali praktik.
Dan ini sih menurut saya juga, kita bisa lihat hasilnya sekarang kan? Orang Indonesia hanya bisa mengata-ngatakan ide besar, pendapat,dan lain sebagainya. Tapi hanya sebatas kata-kata. Titik. Tidak lebih. Karena kebanyakan mereka yang seperti itu hanya terlatih untuk teori, tapi tak ada praktik. Saya sih tidak ingin terbawa arus menjadi seperti itu. Tapi entah untuk yang lain. Kasihan.. Kasihan. .

Jumat, 25 November 2011

Informasi

Buat Readers yang belum tau kalo kita bisa baca komik by Internet, saya kasih resensi yah. Alamat blog berikut ini akan ngasih readers bacaan komik terbaru. Ada juga Detektif Conan lho. . .
Selamat bermanga-manga ria. .

mangacan.blogspot.com
Kalau readers merupakan orang dengan kesukaan membaca, mungkin readers sudah pernah menemukan kalimat-kalimat yang akan saya posting berikut ini. Terutama bagi readers yang sudah pernah membaca novel karangan Anwar Fuadi, yang berjudul Negeri 5 Menara. -saya suka banget dengan novel itu-

Boleh ya, disimpen di sini.
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan 
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang


Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika megalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang


Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran


Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang


Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan


Imam Syafii
(767-820M)
Nah, buat readers yang belum pernah baca novelnya bang Anwar Fuadi yang judulnya Negeri 5 Menara, nggak ada salahnya kok buat baca. Di toko buku ada, perpustakaan ada. Dan saya berani jamin 100% readers nggak bakalan rugi. Penuh dengan motivasi dan bikin kita semangat buat menjadi orang hebat. Sip. Makasih buat bang Anwar Fuadi yang sudah -secara tidak langsung- menginspirasi hidup saya. :)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Anda pernah jatuh sekali. Kami ingin melihat setinggi apa Anda bisa meloncat dikemudian hari.
by Sherlock Holmes (The Adventure of Three Students).

Pernah baca buku, nemu satu hal yang menarik, disimpen di sini boleh ya. .
Gairah+Visi+Aksi = Sukses
"Jika Anda punya gairah dan visi, tetapi tanpa aksi, berarti Anda melamun."